Senin, 30 Maret 2015

MARVEL CIVIL WAR (Perang Saudara)

MARVEL CIVIL WAR

!!![SPOILER ALERT]!!!
Civil War menjadi salah satu topik terbesar di pekan lalu. Dilaporkan bahwa jalan cerita terbesar milikMarvel Comics itu menjadi landasan bagi instalmen ketiga bagi franchise Captain America, yang bakal menampilkan Robert Downey Jr. sebagai Tony Stark/Iron Man. 
Belum memahami tentang Civil War dan mengapa jalan cerita tersebut sangat besar? Kami mencoba mengantarkan kalian pada awal mula dari event tersebut, termasuk karakter-karakter yang memiliki  peran di dalamnya, sekilas tentang akhirnya (spoiler!), dan bagaimana jalan cerita ini bisa dipetakan dalam semesta sinematik milik Marvel, alias Marvel Cinematic Universe (MCU).
Civil War bermula di tahun 2006, yang dikreasikan oleh Mark Millar selaku penulis cerita dengan dukunganartist Steve McNiven. Jalan cerita tersebut diawali dengan keberadaan sekelompok superhero muda (yang sebenarnya kurang berpengalaman) bernama New Warriors yang di saat itu sedang merekam aktivitas terbaru mereka dalam bentuk reality show di kota Stamford, Connecticut. 
Seperti layaknya yang rutin dilakukan dalam acara TV itu, mereka akan menghadapi sekelompok supervillaindi sebuah kompleks perumahan. Dalam episode tersebut, salah satu supervillain yang berjuluk Nitro (berkat kekuatannya yang mirip bom berjalan dan bisa meledakkan dirinya sendiri), terlempar menuju sebuah bis sekolah yang sedang diparkir dekat SD setempat. Tragedi pun terjadi.
SD itu meledak termasuk siswa dan siswi di dalamnya, berikut sebagian besar jumlah penduduk di kota kecil tersebut. Para superhero dari seluruh semesta Marvel pun berupaya untuk memperbaiki kondisi, secara langsung mau pun tidak langsung, tapi pihak pemerintah AS sudah emoh dengan hal itu. Di saat tersebut, akhirnya perubahan yang telah lama mereka rencanakan pun bisa terjadi.
Lahirlah undang-undang baru, yang disebut Superhuman Registration Act. Apa yang kontroversial dari UU ini? Jika kalian adalah orang yang memiliki kekuatan super, maka kalian mesti jadi bagian (antek) dari pemerintahan. Tidak mau, maka kalian akan dipenjarakan atau, yang terparah, kekuatan super milik kalian bakal dicabut. Jadi bagian dari pemerintahan, kalian akan dilatih secara khusus.
Pelatihan tersebut diberikan oleh orang-orang terbaik dan paling cerdas dari komunitas superhero dan merupakan bagian dari Initiative, yang merupakan sebuah program berskala nasional dan akan memampukan masing-masing negara bagian memiliki tim superhero masing-masing. Tiap superhero juga tentunya diwajibkan untuk mengungkap identitas rahasianya kepada pihak pemerintahan.
Seperti yang bisa ditebak, tak semua superhero merasa senang untuk jadi antek bagi pemerintah AS. Mengejutkannya, superhero terdepan yang menolak kondisi tersebut adalah Captain America. Dia meyakini bahwa UU tersebut merupakan tindakan penyalahgunaan dalam skala besar atas kekuatan super dan merebut hak terdasar dari seorang superhero sebagai individu. Cap pun beraksi gerilya.
Dia mengumpulkan sesama superhero yang satu pikiran dengannya, seperti PunisherHercules, dan banyak superhero kelas bawah. Sebaliknya, Tony Stark meyakini bahwa Superhuman Registration Actadalah sebuah langkah alami selanjutnya demi mengakhiri kemungkinan meletusnya perang besar antara pihak superhero dan supervillain. Selain itu, dalam pikirannya, terselip idealisme lain.
Yaitu, keberadaan UU itu bakal membatasi kemungkinan terjadinya kerusakan atau kehancuran yang disebabkan aktivitas dari para superhero. Belakangan, Stark didukung oleh banyak superhero populer beserta para pemikir dari semesta Marvel, seperti Reed Richard / Mr Fantastic dari Fantastic Four danHank Pym / Ant-Man. Dengan terpisahnya kedua kubu itu, para superhero pun berperang satu sama lainnya, yang tak jarang menjatuhkan korban atau pun memunculkan kepahitan tersendiri.
Meski Civil War memberikan efek yang berkepanjangan terhadap keseluruhan semesta Marvel, tidak ada efek yang lebih besar jika dibandingkan dengan yang diterima oleh karakter Spider-Man. Hal ini tentu saja menjadi sebuah masalah yang cukup tricky jika diadaptasikan ke MCU, karena bagaimana pun juga Spider-Man adalah poin terpenting dari Civil War, yang tak bisa digunakan Marvel Studios
Dirumorkan bahwa Marvel dan Sony sedang melakukan pembicaraan dalam tahap yang sangat awal untuk kemungkinan berbagi lisensi atas karakter tersebut. Jangan keburu senang, karena hasil dari pembicaraan itumungkin sedekat-dekatnya baru bisa menimbulkan dampak di layar lebar per tahun 2020. Jadi, pemunculan Spider-Man dalam Captain America 3 adalah sesuatu yang tak mungkin.
Sekilas dibahas, jalan cerita Civil War dalam komik menempatkan Spider-Man yang memilih untuk berpihak pada Iron Man, yang sebelumnya meyakinkan dia bahwa prinsip “With Great Power comes Great Responsibility” sejalan dengan keterlibatan Spider-Man sebagai bagian dari pemerintahan.  Kericuhan pun terjadi di saat Spider-Man diminta oleh Stark untuk hadir dalam press conference.
Dan, mengakui bahwa identitas aslinya adalah Peter Parker kepada dunia. Hal ini, tentu saja, sangat buruk bagi Peter karena semua lawannya merangsek dari segala arah. Dia kehilangan pekerjaannya, dan akhirnya bentrok dengan Stark setelah sadar bahwa UU yang diagung-agungkan itu ternyata tidak berjalan seperti yang tadinya disebutkan. Dunia belakangan lupa akan identitas Spider-Man.
Hal itu terjadi berkat pertolongan semacam mantera sekaligus teknologi dari Dr. Strange dan Reed Richards.Well, tak usah berpikir terlalu ruwet, karena apa pun bisa saja berlaku di dalam komik. Sementara hal itu terjadi, Cap dan kawan-kawan tetap berusaha memberantas kejahatan sembari berkelit dari buruan anak buah Iron Man yang Pro-UU. Kedua kubu itu masih lanjut berperang.
Yang belakangan mengungkap kebusukan di balik metode yang diterapkan Iron Man. Di samping mengklonThor demi memotivasi kubu mereka, Stark juga melibatkan para supervillain untuk memburu parasuperhero yang belum diregistrasi dengan menanamkan nanomachine di dalam otak mereka. Bisa jadi, inilah salah satu kelemahan terbesar dalam Civil War.
Membuat kubu Iron Man terasa sebagai supervillain (pihak jahat), sementara kubu Cap terlihat menjadisuperhero (pihak baik). IMHO, jalan cerita ini harusnya menampilkan kedua kubu sebagai pihak baik dan menyerahkan keputusan bagi para pembaca komiknya untuk berpihak pada salah satu kubu. Dan, di sinilahspoiler mesti diberikan. Highlight paragraf di bawah untuk membacanya.
[SPOILER] Sekonyong-konyong, pada sebuah pertempuran habis-habisan di jalanan New York, Captain America menyadari bahwa memukuli Iron Man dengan kuat tidaklah akan mengubah apa-apa. Dia pun memutuskan untuk menyerahkan diri ke pihak yang berwenang. Hal ini berujung pada jalan cerita Death of Captain America, yang berkisah tentang terbunuhnya Steve Rogers dan belakangan digantikan oleh Bucky Barnes alias The Winter Soldier dalam menghidupi sosok Captain America. [SPOILER]
Pada ahirnya, Civil War telah menciptakan sebuah pemetaan bagi semesta Marvel untuk berlanjut ke arah yang lebih baru. Jalan cerita tersebut juga mengunjukkan dua sisi berbeda yang menarik demi menjadi sesosok superhero, atau tepatnya hero (pahlawan) di sini. Di satu sisi, kalian hidup sebagai selebritas, mengikuti UU, dibayar dengan gaji, dan menjalani pelatihan dulu sebelum turun ke lapangan.
Di sisi lainnya, kalian yang tak mematuhi UU dan tidak ingin melakukan registrasi bakal hidup secara bergerilya, tetap berusaha keras untuk memberantas kejahatan sembari berkelit dari Tony Stark dan Avengers miliknya. Keseluruhan status quo berkat spoiler di atas pun akhirnya luluh lantak berkat campur tangan Norman Osborn di Avengers, dan Stark ‘dilantik’ sebagai kepala S.H.I.E.L.D.
Secara jelas, bakal ada perubahan besar-besaran yang bakal terjadi demi memindahkan jalan cerita Civil War dari komik menuju layar lebar, tapi bagaikan buah simalakama, Marvel Studios tetap harus setia dengan jalan cerita versi komiknya. Sejauh ini, kita dihadapkan pada sebuah semesta sinematik yang tak memunculkan atau menyebutkan keberadaan kaum mutant serta Spider-Man.
Bahkan, faktanya tidak pernah ada permasalahan identitas rahasia di dalam MCU. Semua orang tahu jati diri atas orang yang memakai kostum Captain America, Iron Man, atau yang misalnya menjadi Hulk. Jadi, skripnya mungkin nanti tak akan menyentuh premis itu. Fokusnya mungkin menempatkan para superhero ini di sebuah dunia tanpa S.H.I.E.L.D, yang terhubung dengan akhir Captain America: The Winter Soldier.
Di mana Black Widow dipertanyakan oleh pihak pemerintahan mengenai tindakan serta keputusan yang diambil dan dilakukannya selama jalan cerita film tersebut dan keterlibatannya di Avengers.  Ketakutan banyak orang terhadap pasukan yang tak biasa, seperti tim superhero itu, bersama dengan kemungkinanevent yang bakal terjadi dalam Avengers: Age of Ultron, amat memungkinkan bakal menjadi landasan yang berbeda bagi Civil War versi semesta sinematik tersebut.
Civil War merupakan salah satu dari sekian banyak crossover event yang paling kontroversial di dunia komik secara umum, yang pernah terjadi dalam satu dekade ke belakang. Jalan cerita tersebut memberikan konsep yang berat dari dunia nyata ke dalam ranah superhero. Marilah kita nantikan bagimana Marvel Studios mengejawantahkan ide tersebut dan mengimplementasikannya mulai dari Captain America 3 mendatang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar